Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kampala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampala. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2026

BAZNAS Kabupaten Bantaeng Sosialisasikan Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Desa Kampala



Kampala, 4 Juni 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bantaeng menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Aula Kantor Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai unsur kelembagaan desa.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisir, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Desa Kampala menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Bantaeng atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat yang profesional dan akuntabel.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen sosial yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya.

Sementara itu, narasumber dari BAZNAS Kabupaten Bantaeng menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program kemanusiaan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah.

Dalam pemaparannya, peserta juga diberikan informasi mengenai tata cara pembayaran zakat melalui BAZNAS serta mekanisme pendistribusian dana yang mengedepankan prinsip amanah, transparansi, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan terkait pengelolaan zakat di tingkat masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah semakin meningkat sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Kampala dan Kabupaten Bantaeng secara umum.

Jumat, 15 Mei 2026

BUMDes Dande’ Lompoa Desa Kampala Kembangkan Peternakan Puyuh Petelur, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa


Bantaeng,- Sulawesi Selatan – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dande’ Lompoa Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pengembangan sektor peternakan produktif. Salah satu langkah nyata yang kini dijalankan adalah pengelolaan usaha peternakan puyuh petelur yang menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Usaha peternakan puyuh petelur BUMDes Dande’ Lompoa hadir sebagai inovasi desa dalam memanfaatkan peluang agribisnis yang memiliki prospek menjanjikan. Dengan permintaan telur puyuh yang terus meningkat di pasaran, BUMDes Desa Kampala melihat sektor ini sebagai peluang usaha berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Berlokasi di Desa Kampala, unit usaha ini dikelola secara bertahap dengan sistem manajemen usaha desa yang berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan. Peternakan puyuh petelur tersebut tidak hanya berfokus pada produksi telur konsumsi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran ekonomi kreatif bagi masyarakat desa dalam bidang peternakan modern.

Direktur BUMDes Dande’ Lompoa Dalam Hal Ini ANDI.S menyampaikan bahwa pengembangan peternakan puyuh petelur merupakan bentuk transformasi ekonomi desa dari sektor tradisional menuju usaha produktif yang lebih terarah.

_“BUMDes hadir bukan hanya sebagai lembaga usaha, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Peternakan puyuh petelur ini kami kelola untuk meningkatkan pendapatan desa sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga,”_ ujarnya.

Selain menghasilkan telur puyuh sebagai komoditas utama, usaha ini juga dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi karena biaya perawatan relatif efisien dan masa produksi puyuh yang cepat. Hal ini menjadikan peternakan puyuh sebagai salah satu sektor unggulan yang potensial dikembangkan dalam skala desa.

Pemerintah Desa Kampala memberikan dukungan penuh terhadap pengelolaan usaha tersebut sebagai bagian dari visi pembangunan ekonomi mandiri desa. Melalui BUMDes, pemerintah desa berharap tercipta ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa.

Kehadiran peternakan puyuh petelur BUMDes Dande’ Lompoa juga menjadi simbol semangat inovasi Desa Kampala dalam membangun desa melalui usaha nyata yang produktif, modern, dan berdaya saing.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, BUMDes Dande’ Lompoa Desa Kampala diharapkan terus berkembang sebagai contoh sukses pemberdayaan ekonomi desa, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kemajuan bersama.


Berita Unggulan

Gerakan Indonesia Asri, Warga Desa Kampala Gelar Kamis Asri

Kampala, 25 Juni 2026 — Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Kampala melalui pelaksanaan kegiatan Gerakan Indonesia Asri: Kamis A...

Postingan Populer